Kamis, 11 Februari 2016

know the pump to the power of life



Hasil gambar untuk foto gerak pompa langit dan bumi

Hasil gambar untuk foto gerak pompa langit dan bumi




Mengenal Pompa Berdasarkan Prinsip dan Cara Kerjanya      

4 sept jet pump








Selama ini, masyarakat  kebanyakan hanya mengenal beberapa jenis pompa yang biasanya digunakan sebagai penyedia pasokan air bagi kebutuhan rumah tangga atau jenis pompa yang acap kali digunakan sebagai pengisi angin ban kendaraan. Begitu banyak kegunaan yang ditawarkan oleh pompa. Jenis dari pompa pun semakin beragam sesuai dengan fungsinya. Berikut adalah berbagai pompa-pompa yang banyak beredar di pasaran dan berbagai aspek kehidupan di masyarakat berdasarkan pada prinsip dan cara kerjanya.
  • Pompa jenis pertama adalah pompa yang paling sering dipakai untuk kehidupan masyarakat, yakni jenis jet pump. Jet pump sangat baik digunakan sebagai penyedia pasokan air yang sangat penting bagi kebutuhan harian rumah tangga. Jet pump sendiri dapat diklasifikasikan sebagai alat penyedot air yang sangat dalam yang ditunjang oleh motor listrik yang memiliki daya yang besar, baling-baling penyedot air, dan juga penyemprot air yang bertekanan tinggi. Sifat dari jet pump itu sendiri adalah pompa ini dapat mendorong atau mengangkat cairan dari tempat yang sangat dalam. Pompa ini memakai prinsip ejector, dimana dengan adanya perubahan tekanan dari nozzle yang disebabkan adanya aliran media yang dapat berupa cairan atau gas yang digunakan dalam mengankat cairan ke atas.
Motor Jet pump sendiri adalah pompa dengan motor dua fasa yang memerlukan adanya kapasitor sebagai penggeser fasa. Pompa ini tidak memiliki bagian yang bergerak dan dibuat dengan konstruksi yang sangat sederhana, yang tentu saja membatasi keefektifan kerja dari jet pump itu sendiri.
  • Jenis pompa yang kedua adalah Air lift pump atau juga dapat disebut dengan mammoth pump. Pompa ini memiliki cara kerja yang sangat bergantung kepada campuran antara cairan dan gas. Pompa ini biasanya digunakan dalam sumur yang dalam dan kotor dimana pasir dapat dengan cepat mengikis bagian mekanik. Pompa ini juga terkadang digunakan pada proses pengolahan limbah yang membutuhkan head yang rendah.


5 sept elevator

Sebelumnya kita telah membahas beberapa jenis pompa berdasarkan pada prinsip dan cara kerjanya, yakni jenis pompa jet pump dan pompa air lift pump. Jenis pompa jetpump sangat baik untuk digunakan dalam mendapatkan air tanah yang berasal dari lapisan tanah yang cukup dalam, sementara itu, jenis air lift pump sangat baik untuk digunakan di dalam sumur yang cukup dalam dan kotor yang mana lapisan pasir yang ikut terhisap dapat saja merusak bagian mekanis dari pompa tersebut. Disamping kedua jenis pompa tersebut, terdapat beberapa jenis pompa lainya, yakni:
  • Pompa Sentrifugal
Pompa sentrifugal adalah sebuah jenis pompa yang sangat laris digunakan dalam dunia industri. Pompa ini termasuk dalam jenis pompa kerja dinamis atau non positive displacement. Pompa sentrifugal sendiri memiliki prinsip kerja yang mengubah energy kinetis yang berawal dari kecepatan aliran sebuah fluida menjadi energy potensial atau energy dinamis. Fluida tersebut mengalir melalui impeller yang berputar di dalam casing pompa. Sifat dari hidrolis pompa ini adalah memindahkan energy yang terdapat pada daun (baling-baling) pompa dengan memakai dasar pengubahan arah aliran atau yang juga disebut dengan fluid diynamics. Kapasitas yang dihasilkan oleh pompa sentrifugal selalu sebanding dengan putaran. Total head atau tekanan yang dihasilkan oleh pompa sentrifugal akan sebanding dengan pangkat dua dari kecepatan putaran. Pompa sentrifugal ini dikenal akan bentuknya yang sederhana, tidak memakan banyak tempat, ringan, serta tidak menghabiskan banyak biaya untuk instalasi dan perawatan.
  • Elevator Pump
Pompa ini mengandalkan dua buah elemen utama, yakni motor drive yang befungsi sebagai penggerak utama yang berada di permukaan yang dapat menggerakkan rotor di lubang sumur dan pompa (rotor dan stator) yang berposisi di bawah lubang perforasi yang dapat digunakan untuk memastikan bahwa posisi pompa akan tetap  berada di level fluida sehingga tidak akan terjadi loss flow. Fluida akan terus mengalir ke dalam stator dan naik ke permukaan.

6 sept pompa desak 

Selain ke empat jenis pompa sebelumnya, masih banyak jenis pompa lainnya jika kita klasifikasikan berdasarkan prinsip dan cara kerjanya. Berikut adalah diantaranya:
  • Positive Displacement Pump (Pompa desak)
Dalam pompa desak, isi dari ruangan yang terpisah dari bagian hisap dan bagian tekan akan mengalami perubahan yang kemudian dipisahkan dari bagian pompa. Perpindahan zat cair dalam pompa kreja desak ini didasarkan dari pembesaran saat kerja isap dan pengecilan pada saat kerja kempa untuk kemudian kembali masuk ke ruang dalam pompa. Kapasitas yang dihasilkan oleh pompa tekan akan sebanding dengan kecepatan pergerakan atau putaran. Kapasitas pompa esar secara umum tidak akan dapat dipengaruhi oleh tekanan yang dibangkitkan head dalam pompa. Total head yang dihasilkan pompa ini bahkan tidak bergantung pada kecepatan putaran. Pompa jenis ini dapat diklasifikasikan sebagai berikut.
–          Pompa desak gerak bolak-balik (oscilating pump), dengan contohnya adalah piston/plunger.
–          Ada juga pompa desak berputar atau dorary displacement pump. contoh dari pompa rotary displacement pump adalah roatary pump, spiral pumps, gear pump, dan lain sebagainya.
  • Pompa elektromagnetik atau electromagnetic pump
Electromagnetic pump memiliki cara kerja suatu kekuatan yang diberikan pada konduktor yang membawa arus dalam medan magnet. Pompa ini bergantung pada kerja langsung pada medan magnet tersebut. Dengan begitu, penggunaan dari jenis pompa inipun menjadi sangat terbatas hanya pada cairan metal saja.
  • Hidraulic pump atau pompa hidrolik
Jenis pompa hidrolik ini menggunakan energy kinetik dari cairan yang dipompakan pada sebuah kolom. Energi tersebut didorong dengan sebuah hantaman mendadak sehingga menjadi energy tekan.  Meskipun lambat, sebenarnya pompa hidrolik terkenal akan flesibilitasnya, bentuknya yang sederhana dan hemat dalam biaya pembuatan sistemnya, mudah mengontrol over load pada pompa dengan relief valve, dan juga dapat melipat gandakan daya.

Impeller dan Fungsinya Yang Menentukan Penggunaan Pompa


Jika Impeller jenis mixed flow dapat digunakan di pompa-pompa yang memompa cairan dengan kapasitas yang besar namun memiliki total head yang lebih rendah jika dibandingkan dengan radial impeller. Jenis axial flow impeller ternyata memiliki total head yang justru lebih rendah jika dibandingkan dengan mixed flow impeller. Pompa yang menggunakan jenis impeller ini memiliki kapasitas pemompaan cairan yang cukup besar. Jenis axial flow impeller cukup dikenal dengan mana propeller dan ternyata memiliki kelebihan yang cukup unik, yakni impeller ini dapat dipasang secara tetap di dalam pompa ataupun dapat diubah-ubah saat pompa tersebut dibuka atau bahkan saat pompa tersebut dalam proses bekerja. Banyak sekali pompa yang menggunakan jenis axial flow impeller ini, diantaranya adalah pompa yang dipakai untuk penanggulangan banjir, pompa jenis irigasi, pompa air pendingin yang dipakai di pembangkit tenaga listrik, ataupun pompa lainnya. Berikut adalah beberapa jenis penggunaan dari axial flow impeller.
  • Jenis pertama adalah axial flow impeller tetap, jenis ini biasanya berupa impeller yang dapat diubah-ubah saat pompa dibuka ataupun saat dalam kondisi pompa masih bekerja. Pompa ini baik digunakan untuk penyedotan air yang cenderung bersih, namun juga dapat dipakai untuk penyedotan air kotor.
Selain itu, terdapat beberapa jenis impeller khusus yang patut kita ketahui, yakni sebagai berikut:
  • Jenis impeller khusus pertama dalah adalah non clogging impeller dengan free floe/vortex, jenis impeller ini dapat digunakan untuk cairan kotor, lumpur, ataupun cairan yang mengandung benda-benda padat yang cukup besar, serat yang panjang, maupun cairan yang mengandung gas.
  • Impeller kedua disebut dengan star impeller atau disebut juga dengan impeller pompa denyut. Dengan menggunakan jenis impeller ini, pompa dapat digunakan untuk mengalirkan cairan yang benar-benar bersih ataupun cairan yang mengandung gas.
  • Jenis impeller yang terakhir adapah peripheral impeller atau turbine impeller, jenis impeller ini juga digunakan untuk cairan yang benar benar bersih atau cairan yang mengandung gas. Hanya saja, kapasitas yang dimiliki impeller ini kecil meskipun memiliki total head yang cukup tinggi.

Impeller dan Fungsinya Yang Menentukan Penggunaan Pompa

mixed flow
Terdapat beberapa jenis impeller yang dapat menentukan fungsi dari pompa tersebut. Sebelumnya, kita telah membahas jenis impeller yang bernama radial impeller. Radial impeller sendiri dapat dibagi menjadi dua jenis, yakni radial impeller terbuka dan radial impeller yang tertutup. Kedua jenis impeller tersebut sangat dipengaruhi dengan jumlah lengkungan atau bentuk dari sudu, sebuah daun bilah yang terdapat pada impeller yang akan berputar dengan aliran dari cairan. Pompa yang memakai kedua jenis radial impeller tersebut dapat digunakan untuk berbagai jenis cairan, baik yang masih memiliki level kebersihan tinggi, hingga cairan dengan tingkat kekotoran yang tinggi, berlumpur, bahkan berserat, sesuai dengan penggunaan jenis radial impellernya.
Selain jenis radial impeller, ada jenis impeller lainnya, yakni jenis mixed flow impeller. Sebenarnya, tidak begitu banyak perbedaan antara radial impeller dengan jenis mixed flow impeller, bahkan jenis mixed flow impeller juga terdiri dari dua bagian yakni terbuka dan tertutup. Jenis mixed flow impeller ini dapat digunakan untuk memompa cairan dengan kapasitas yang besar, namun dengan total head yang justru relative yang lebih rendah jika dibandingkan dengan radial impeller. Berikut ini adalah penggunaan dari mixed flow impeller.
  • Untuk jenis yang pertama adalah mixed flow impeller tertutup yang dapat digunakan di dalam pompa yang digunakan untuk memompa cairan yang bersih atau cairan yang memiliki level kekotoran yang rendah.
  • Jenis yang berikutnya adalah mixed flow impeller yang terbuka. Jenis impeller ini ternyata juga dapat digunakan di pompa-pompa yang diperuntukkan untuk memompa cairan yang bersih maupun cairan yang memiliki level kekotoran yang rendah.
axial flow

Berbagai Jenis Casing Dalam Pompa Centrifugal


Pompa sentrifugal adalah sejeins pompa yang termasuk dalam keluarga pompa pemindah non positif. Pompa ini dapat merubah energy kinetis yang berasal dari kecepatan aliran cairan menjadi energy yang potensial atau dinamis dimana aliran ini melalui impeller yang berputar dalam casing. Disini cukup jelas bahwa impeller memiliki fungsi yang sangat penting dan menjadi inti dalam pengoperasian pompa sentrifugal. Namun, tanpa adanya casing yang baik, maka impeller pun tidak dapat bekerja sesuai dengan fungsinya.
Kita mengenal casing sebagai bagian yang paling luar dari pompa. Sentrifugal. Casing memiliki fungsi melindungi berbagai komponen pompa yang berputar. Casing juga menjadi tempat dimana diffuser, atau guide vane serta inlet dan outlet nozel dari pompa berada. Casing sendiri dapat menentukan arah aliran impeller serta tempat dimana konversi energy kecepatan menjadi energy dinamis terjadi.
Terdapat beberapa jenis casing yang jamak dipakai di pompa sentrifugal, diantaranya adalah:
  • Casing volute. Di dalam casing ini, kita dapat menemukan impeller yang biasanya diletakkan di bagian bawah dalam wadah. Dengan posisi yang ada di bawah, maka keseimbangan tekanan hidrolik pada batang torak pompa dapat terjaga. Jenis casing ini memiliki kekurangan, yakni jika kapasitas yang dipakai ternyata lebih rendah dari rekomendasi pabrik pembuatannya, tekanan lateral dapat terjadi pada batang torak pompa. Jika dibiarkan, bantalan poror, torak, hingga pemakain sil akan menjadi boros. Selain tunggal, casing volute juga ada yang ganda, dan saat gaya radial menjadi cukup berarti pada kapasitas yang berkurang.
  • Jenis casing yang kedua sering disebut dengan stage casing. Di casing ini terdapat baling-baling penyebaran stasioner yang berada di sekiling impeller. Impeller ini dapat mengubah kecepatan menjadi energy tekanan. Stage Casing dapat ditemui di penerapan pada pompa multi-stages (multi-tahap). Stage casing sendiri dapat dibedakan sebagai berikut.
–          Casing dan nozzle telah terdapat pada satu cetakan atau posongan yang utuh, atau sesuai dengan pabrik pembuatannya.
–          Casing terbelah. Bentuk ini adalah dua bagian yang disatukan kembali. Bagian wadah di dalam telah terbagi menjadi bidahn ,horizontal. Casing ini juga terkenal dengan julukan, “casing yang terbelah secara aksial”

Berbagai Jenis Impeller Dalam Pompa Sentrifugal


Sebagaimana telah kita bahas sebelumnya, impeller sangat berpengaruh dalam proses operasional dari pompa sentrifugal. Walaupun terkesan berlebihan, namun impeller adalah bagian yang paling penting penting dari pompa sentrifugal itu sendiri. Impeller adalah inti dari bagaimana pompa sentrifugal bekerja. Jumlah impeller sendiri dapat mempengaruhi jenis dari tahapan yang dapat ditangani oleh pompa sentrifugal. Banyak yang mengira jika impeller memiliki bentuk yang sama, yakni cakram berbentuk bulat, namun, ternyata anggapan itu salah, ada beberapa jenis dari impeller yang biasa dipergunakan dalam dunia industri.
Penggolongan impeller sendiri dapat dibedakan dari arah aliran dari sumbu putaran, apakah radial, aksial atau aliran campuran. Jenis hisapan juga dapat menjadi klasifikasi karena ada jenis hisapan tunggal dan juga jenis hisapan ganda. Impeller juga dapat digolongkan berdasarkan konstruksi mekaniknya. Namun, kita dapat mengenal berbagai jenis impeller sebagai berikut:
  • Impeller Tertutup
Disebut sebagai impeller tertutup karena baling-baling di dalamnya tetutupi oleh mantel di kedua sisi. Jenis impeller ini banyak digunakan pada pompa air dengan tujuan mengurung air agar tidak berpindahdari sisi pengiriman ke sisi penghisapan. Impeller jenis ini memiliki kelemahan pada kesulitan yang akan didapat jika terdapat rintangan atau sumbatan.
  • Impeller Terbuka dan Semi Terbuka
Dengan kondisinya yang terbuka atau semi terbuka, maka kemungkinan adanya sumbatan pun jauh berkurang. Hal ini memungkinkan adanya pemeriksaan impeller dengan mudah. Namun, jenis impeller ini hanya dapat diatur secara manual untuk mendapatkan setelan terbaik.
  • Impeller Pompa Berpusar/Vortex
Untuk pompa yang digunakan untuk bahan-bahan yang lebih padat ataupun berserabut dari fluida cair, impeller vortex dapat menjadi pilihan yang baik. Namun sayangnya, pompa jenis ini 50% kurang efisien dari rancangan konvensionalnya. 

Sistem Perlindungan Yang Terdapat Pada Pompa Sentrifugal


Sebagaimana telah kita ketahui sebelumnya, pompa sentrifugal memiliki manfaat yang sangat banyak dalam kehidupan manusia. Pompa sentrifugal banyak sekali digunakan dalam dunia industri. Dengan karakteristiknya yang memiliki desain yang simpel, berat yang cukup ringan, biaya instalasi yang murah, dan ditambah dengan kebutuhan akan perawatan yang murah, pompa ini seakan-akan menjadi primadona untuk menjadi komponen penting dalam pemenuhan kebutuhan akan pengerjaan pompa. Pompa sentrifugal sendiri termasuk dalam jenis pompa dinamis atau pompa pemindah non positif. Prinsip kerja dari pompa ini adalah mengubah energy kinetis yang terdapat pada aliran air yang mengalir dengan cepat untuk menjadi energy dinamis melalui sebuah impeller yang berputar di dalam pompa tersebut.
Pompa sentrifugal terkenal akan daya kerjanya yang bertenaga dan efektif dalam memindahkan berbagai zat. Namun, karena adanya tenaga yang besar dan sistem yang berputar secara cepat di dalamnya. Maka penggunaan pompa sentrifugal juga membutuhkan sistem perlindungan agar kinerja pompa tetap terjaga serta menjamin keamanan kerja. Telah banyak standar sistem perlindungan dalam dunia industri, berikut adalah standar minimum yang dapat dipakai pada pompa sentrifugal:
  • Ada perlindungan terhadap arus balik. Dengan Check Valve yang ditempatkan pada aliran keluar pompa, maka aliran cairan pun dipastikan hanya dapat berjalan searah, sesuai dengan aliran keluar dari pompa.
  • Terdapat perlindungan terhadap overload atau beban berlebih. Kita dapat memasang beberapa alat seperti  flow switch, pressure switch low, ataupun overload relay yang dapat menghindarkan pompa dari kondisi overload.
  • Pompa dapat menciptakan getaran yang berlebihan. Getaran ini dapat menggangu kinerja pompa dan bahkan merusak pompa tersebut. Untuk melindungi pompa ini dari getaran ini, kita dapat menambahkan vibration switch ataupun vibration monitor.
  • Pressure switch high, flow switch low (FSL) ataupun return line yang dilengkapi control valve dapat kita pasang pada sistem pompa. Alat-alat tersebut dapat melindungi pompa dari kerusakan yang terjadi jika minimum flow, atau aliran minimum yang dibutuhkan tidak dapat dipenuhi.
  • Jika pomp tidak memiliki NPSH yang cukup, maka aliran keluar pompa tidak akan mengeluarkan apapun karena cairan hanya akan berkumpul di dalam pompa. Kita dapat menambahkan level switch low (LSL) dan pressure switch low (PSL) pada sistem pompa untuk melindungi pompa dari situasi low NPSH available.

Berbagai Macam Pompa Sentrifugal


Pompa sentrifugal telah mengalami perkembangan dengan sangat pesat hingga jangkauan penggunaannya juga cukup banyak. Pompa sentrifugal sangatlah populer di dunia industri khususnya di industri kimia. Meskipun begitu, penggunaan dari pompa jenis ini tidak terbatas pada industri kimia saja, beragam industri juga memakai pompa ini, bahkan kalangan individu pun dapat memakai pompa sentrifugal untuk memenuhi kebutuhannya. Dengan harga yang terjangkau dan bentuk yang sederhana, pompa ini memiliki beragam jenis dan tipe, berikut adalah macam-macam pompa sentrifugal yang dapat ditemui di pasaran.
Jika kita membicarakan pompa sentrifugal, kita tidak akan lepas dari impeller yang digunakan sebagai komponen dari pompa ini. Berdasarkan jumlah impellernya, pompa sentrifugal memiliki jenis pompa satu tingkat dan pompa bertingkat banyak. Untuk pompa satu tingkat, impeller yang digunakan hanya berjumlah satu buah, sehingga total head yang dihasilkan jelas lebih rendah, sementara itu pada pompa bertingkat banyak, impeller yang digunakan dipasang secara berderet pada satu poros. Total head yang dihasilkan pompa bertingkat banyak jelas lebih tinggi dibandingkan dengan pompa satu tingkat karena fluida cair terus dipompa secara berkesinambungan dan bergantian dari impeller pertama hingga impeller terakhir.
Untuk melihat jumlah aliran masuk (suction) pada pompa ini, kita dapat membedakan jenis pompa sentrifugal yang memiliki single suction dengan double suction. Untuk pompa single suction, aliran masuknya hanya terdapat pada satu sisi dan aliran masuknya biasanya tegal lurus dengan arah aliran keluarnya. Sementara itu, pompa double section memiliki dua aliran masuk yang biasanya segaris dengan aliran keluar. Saluran masuk ini menghindarkan pompa dari gaya aksial yang terjadi saat pengoperasian.
Letak fluida pun ternyata dapat menjadi pembeda jenis pompa sentrifugal. Disini dikenal adanya pompa positif dan pompa negatif. Untuk pompa positif, posisi fluida yang dihisap sejajar atau berada pada atas dari pompa. Ujung dari suction pompa biasanya telah dipenuhi dengan fluida sehingga tidak perlu dilakukan metode pemancingan. Sementara itu, untuk pompa negatif, posisi fluida yang akan dihisap berada pada bawah pompa. Hal ini memungkinkan perlunya pancingan terlebih dahulu agar casing pompa hingga ujung dari pipa penghisap dapat dipenuhi dengan fluida sehingga dapat mulai bekerja.

Berbagai Komponen Dalam Pompa Sentrifugal


Pompa sentrifugal telah mengalami beberapa kali perubahan semenjak pertama kali diperkenalkan oleh Dennis Papin di Eropa pada tahun 1689. Pompa sentrifugal telah didesain sedemikian rupa sehingga bentuk dari pompa sentrifugal sekarang telah menjadi sangat sederhana. Namun, dibalik kesederhanaan bentuknya, pompa ini memiliki kinerja yang sangat kuat dan handal. Hal ini tentu saja dikarenakan adanya perpaduan dari berbagai macam komponen yang mendukung proses kerja dari pompa sentrifugal itu sendiri. Untuk mengenal lebih dekat dengan pompa sentrifugal ini, kita dapat melihat komponen apa saja yang berada dalam pompa sentrifugal sebagai berikut:
  • Bagian pertama dari pompa sentrifugal adalah casing dari pompa ini. Bagian ini adalah bagian paling luar dari pompa dengan fungsi sebagai pelindung berbagai elemen, khususnya elemen yang berputar, guide vane, inlet dan outlet dari nozel. Casing juga dapat berfungsi sebagai penentu arah aliran dari impeller.
  • Bagian yang paling sering disebut sebagai inti dari pompa sentrifugal adalah impeller. Impellerlah yang mengubah energy mekanik dari pompa menjadi energy kecepatan pada cairan jika fluida itu dipompakan secara terus menerus.
  • Eye of the impeller adalah bagian dimana cairan masuk untuk dihisap oleh impeller.
  • Bearing atau bantalan memiliki fungsi menahan beban dari poros. Bearing menjadi tumpuan bagian yang dapat berputar dan dapat menahan beban axial maupun radial. Bearing memastikan putaran yang terjadi dalam pompa tetap lancar dan berada dalam tempat yang benar.
  • Terdapat Wearing ring yang meminimalisasi kebocoran cairan yang melewati bagian depan atau bagian depan impeller dengan memperkecil celah antara casing dengan impeller.
  • Vane atau baling baling yang memutar dan mendorong cairan.
  • Shaft, atau poros yang akan terus bergerak selama pompa ini dioperasikan.
  • Shaft sleeve, sebuah alat yang melindungi poros dari erosi, korosi, dan juga keausan.
  • Stuffing Box, yang memiliki fungsi mencegah kebocoran pada daerah dimana poros ini menembus casing dari pompa sentrifugal
  • Untuk mencegah bocornya cairan dari casing pompa yang melalui poros, diperlukanlah packing yang juga terbuat dari asbes atau beton.

Lebih Dalam Mengenal Pompa Sentrifugal


Kita telah membicarakan tentang sejarah dari pompa sentrifugal sebelumnya. Pompa jenis ini banyak digunakan pada industri kimia dan memiliki banyak sekali fungsi dan cakupan bidang yang dapat dikerjakan. Pompa sentrifugal termasuk dalam keluarga pompa pemindah non positif, dimana pompa sentrifugal memiliki prinsip kerja yang mengubah energy kinetis yang berasal dari kecepatan aliran cairan menjadi energy potensial (dinamis) yang melalui sebuah impeller yang berputar dalam casing pompa tersebut. Pompa ini memiliki sifat memindahkan energy yang terdapat pada kipas pompa dengan dasar pengubahan aliran (fluid dynamics).
Prinsip kerja dari pompa sentrifugal dapat dijelaskan dengan singkat sebagai berikut; jika suatu benda atau objek diputar dalam gerakan yang melingkar, maka benda tersebut akan cenderung terlempar keluar dari titik pusat lingkaran, hal inilah yang disebut dengan gaya sentrifugal. Anda dapat melihat contoh dari gaya ini dengan jelas pada wahana ayunan melingkar yang sering ada di taman bermain dimana para pemainnya seperti akan terlempar keluar. Pompa sentrifugal menggunakan impeller sebagai bagian yang memutar fluida cair. Fluida cair ini kemudian akan mengalir melalui pompa untuk kemudian sampai pada titik pusat impeller. Impeller ini bergerak memutar sehingga fluida cair juga ikut bergerak memutar. Dengan gerakan memutar tersebut yang memakai gaya sentrifugal, maka fluida cair dapat terdorong terus menuju bagian terluar dari impeller. Semakin cepat impeller berputar, maka semakin kuat pula dorongan yang menggerakkan fluida untuk mengalir. Pompa sentrifugal juga dilengkapi dengan beberapa rangkaian perpipaan dan baling baling yang memang ditujukan untuk dapat mengarahkan fluida cair tersebut ke arah yang diinginkan.
Dengan beragamnya fungsi dan cara kerja dari ompa ini, pompa ini dapat digunakan dalam memompa bebagai macam fluida seperti air, asam, slurry, atau hingga campuran fluida dengan katalis yang lebih padat.

Perkembangan Pompa Sentrifugal


Pompa sentrifugal diperkenalkan oleh Denis papin di Eropa tahun 1689 dan dikembangkan di Amerika Serikat pada awal tahun 1800-an. Awalnya pompa ini diketahui sebagai baling-baling Archimedean. Dulu pompa ini diproduksi untuk aplikasi head rendah, yakni fluida bercampur sampah atau benda padat lainnya. Mayoritas aplikasi pompa awalnya memakai pompa positive displacement.
Sekarang, pompa sentrifugal yang sangat sederhana dan serbaguna menjadi pilihan utama para insinyur dalam aplikasi pompa. Pompa sentrifugal mulai populer sejak adanya pengembangan motor elektrik kecepatan tinggi, mesin pembakar ruangan, dan turbin uap. Pompa jenis ini memiliki mesin dengan kecepatan tinggi dan lebih efisien.
Pompa sentrifugal menjadi pompa pilihan untuk berbagai aplikasi sejak tahun 1940-an. Dengan ditemukannya material konstruksi yang baru membuat pompa memiliki cakupan bidang yang sangat luas dalam penggunaannya. Jadi, jangan heran bila hari ini ditemukan efisiensi 93% lebih umutk pompa besar dan 50% lebih untuk pompa kec il.
Penggunaan pompa sentrifugal kebanyakan di pabrik kimia. Pompa ini biasanya digunakan untuk meindahkan berbagai jenis fluida, seperti air, campuran cairan dengan katalis padat (solid) atau asam sampaislur ry. Desainnya yang cukup sederhana menjadikan pompa sentrifugal paling populer di industri kimia.
Pada beberapa kasus penggunaan pompa sentrifugal lebih efisien ketimbang pompa jenis displacement. Pompa sentrifugal memiliki keunggulan dari pompa lainnya, antara lain:
1. Operasinya handal
2. Konstruksinya sederhana dan kuat
3. Kapasitasnya besar
4. Keausan yang terjadi cukup kecil
5. Bisa digunakan untuk suhu tinggi
6. Jalannya tenang
7. Tidak ada mekanisme katup
8. Aliran zat cair tidak terputus-putus
Meski memiliki banyak keunggulan, pompa sentrifugal juga mempunyai kelemahan, seperti:
1. Tidak cocok untuk kapasitas yang kecil
2. Kurang sesuai untuk mengerjakan zat cair kental, terutama pada aliran volume yang kecil
3. Dalam kondisi normal pompa sentrifugal tidak bisa menghisap sendiri (tidak mampu memompakan udara).

Mengenal Pompa Submersible


Air merupakan kompenen penting dalam kehidupan. Tak satupun makhluk di bumi ini yang mampu bertahan hidup tanpa air. Agar air yang “tersimpan” di bumi bisa dimanfaatkan sebaik mungkin maka diperlukan pompa untuk memindahkan air dari suatu tempat ke tempat yang bisa dijangkau manusia. Ada beberapa jenis pompa yang bisa Anda gunakan. Salah satunya adalah pompa submersible (pompa benam).
Pompa submersible yang disebut juga dengan electric submersible pump (ESP) merupakan pompa yang dioperasikan dalam air. Pompa jenis ini akan rusak bila dioperasikan dalam kondisi yang tidak terdapat air terus-menerus.
Pompa jenis ini memiliki tinggi minimal air yang bisa dipompa dan harus dipenuhi saat alat bekerja supaya pompa tahan lebih lama. Pompa dengan tipe pompa sentrifugal ini memiliki prinsip kerja mengubah energi kinetis (kecepatan) cairan menjadi energi potensial (dinamis) melalui suatu impeller yang berputar salam casing. Singkatnya, prinsip kerja pompa submersible mendorong air ke permukaan.
Ada beberapa kelebihan dari pompa submersible, antara lain:
1. Tidak menimbulkan suara bising kerana letaknya di dalam sumur
2. Biaya perawatannya rendah
3. Memiliki pendingin alami karena pompa terendam dalam air
4. Pompa ini tidak menggunakan shaft penggerak yang panjang dan bearing seperti halnya pompa permukaan (Jet Pump). Sehingga pompa ini tidak akan mengalami masalah seperti keausan bearing atau shaft.
Meski memiliki banyak kelebihan namun perlu diperhatikan pula hal-hal dalam pengoperasian pompa, seperti berikut ini:
1. Perhatikan putaran pompa jangan sampai terbalik
2. Hindari pemompaan air yang berlumpur
3. Pompa harus diganjal atau digantung
4. Setelah dipakai, pompa harus dicuci dengan air bersih
Perhatikan pula penempatan pompa sesuai dengan fungsinya. Misalkan pompa untuk air bersih maka digunakan untuk instalasi air bersih. Jika untuk lumpur maka digunakan pompa lumpur. Bila pompa menggunakan pipa hisapan maka pipa hisap sebaiknya lebih besar dari pipa buangan (pompa sentrifungal agar tidak terjadi kavitasi pada pompa. Selain itu, bentangkan kabel hingga tak ada lekukan yang tajam atau yang terjepit.
Air sangat penting bagi kelangsungan hidup manusia dan industri. Karena itu, konsumsilah air tanah dengan bijak, miliki lahan hijau, dan sumur-sumur resapan di sekitar pabrik sehingga bisa menjamin ketersediaan air dalam jangka waktu yang lebih lama.

Impeller Dalam Pompa Sentrifugal


Pompa telah merambah ke berbagai bidang kebutuhan manusia. Dalam kebutuhan rumah tangga saja misalnya, kita sudah sangat bergantung dengan adanya pompa air yang  mampu menyediakan air bersih bagi kita sewaktu-waktu. Dengan menggunakan pompa, air dapat jauh lebih mudah didapatkan, lebih cepat, lebih praktis, dan dengan volume yang lebih besar jika dibandingkan dengan cara pengambilan air dari sumber air pada jaman dahulu. Dunia industri juga ikut mendayagunakan penggunaan pompa dalam keseharian operasionalnya. Jenis pompa yang cukup umum digunakan dalam dunia industri adalah pompa sentrifugal. Pompa sentrifugal termasuk dalam peralatan yang paling sederhana dalam proses operasional industri. Pompa sentrifugal, yang termasuk di dalam keluarga pompa kerja dinamis, atau juga disebut sebagai non positive displacement pump ini memiliki cara kerja dimana pompa dapat mengubah energy kinetic dari sebuah cairan menjadi energy yang potensial (dinamis) melalui impeller yang terdapat pada bagian dalam casing dari pompa sentrifugal.
Bagi orang yang sudah terbiasa dengan istilah perpompaan atau dunia mesin, maka akan dapat segera mengerti prinsip kerja dari pompa sentrifugal ini, namun bagaimana dengan orang awam? Istilah yang tidak mudah dimengerti mungkin adalah impeller. Apakah sebenarnya Impeller itu?
Impeller dapat dikenal dari bentuknya yang seperti cakram yang bulat dari logam. Di dalam impeller ini, telah ada lintasan yang diperuntukkan bagi aliran fluida. Bahan logam yang digunakan untuk membentuk impeller adalah perungggu, besi tulang, stainless steel, polikarbonat dan beberapa logam lainnya. Impeller dapat mempengaruhi kinerja dari pompa sentrifugal. Jumlah dari impeller dapat menentukan tahapan dan kapasitas kerja dari pompa. Sebagai contoh, Jika sebuah pompa hanya memiliki satu impeller, maka pompa ini memiliki satu tahapan dan cocok untuk layanan head (tekanan) yang rendah. Pompa dengan dua impeller yang terpasang secara seri disebut pompa dua tahapan dan baik untuk layanan head sedang, untuk pompa tiga tahapan, impeller yang dipakai berjumlah tiga dan dapat dipakai untuk head yang tinggi.





 Hasil gambar untuk foto gerak pompa langit dan bumiHasil gambar untuk foto gerak pompa langit dan bumi



Tidak ada komentar:

Posting Komentar